<>E-Marketing Trend 2001<>

Bagaimana perkembangan new economy di tahun 2001? Apakah dampak belitan ular akan lebih ringan dibanding geliat sang naga? Sebagai penulis bisnis, rasanya kurang afdol jika tidak memberikan gambaran apa yang bakal dominan di tahun 2001. Meski sulit diramalkan, tahun ini diperkirakan tidak akan se-liar dan se-emosional tahun 2000.

Saya memprediksi bahwa tahun ini adalah tahun kembalinya pemikiran logis. Konsep-konsep marketing yang berlaku di dunia off line akan dikaji ulang, disesuaikan dan diterapkan dalam on line business. Bagaimana marketing trend 2001?

1. Logical thinking, welcome back !
Tahun lalu, marketer telah mencicipi pil pahit akibat penerapan strategi
yang kurang matang serta kegiatan marketing "gegabah" yang menghabiskan dana tanpa hasil yang memadai. Beberapa pelaku pasar yang saya temui secara terpisah di awal tahun ini, menyepakati bahwa mereka akan berkonsentrasi untuk mengukur efektifitas kegiatan marketing, khususnya mengenai Revenue dan ROI.

2. The end of free concept
Konsep "free" dalam internet yang disupport oleh pendapatan iklan ternyata bukan sebuah model yang sustainable. Selain sangat labil oleh perubahan lingkungan bisnis, konsep ini tidak didukung oleh pengguna, yang ternyata irit dalam mengklik-banner. Model free ini akan segera diganti dengan business strategy berdasarkan paid customer. Tanpa sumber revenue yang sustainable, tentu tidak mungkin sebuah bisnis akan bertahan dan mampu memberi keuntungan kepada share holdernya. Jakob Nielsen, mengungkapkan bahwa web business harus berdasarkan dua sumber revenue, committed customer (paid subscriber) dan impulse buyer.

Model sumbangan sukarela, sebuah konsep orisinil yang diajukan oleh
Stephen King terhadap novelnya, The plant - juga tidak membuahkan hasil karena sebagian besar user tidak bersedia membayar buku yang didownload.

Kedua contoh ini memberikan signal bahwa mengubah user menjadi customer bukanlah pekerjaan ringan. Harus ditemukan brilliant idea yang diterapkan secara serius dan konsisten. Jangan pula bermimpi bisa terjadi dalam waktu singkat. Tanpa ikatan emosional dan storing value yang dibina dalam jangka waktu panjang, tidak mungkin user berubah menjadi customer. Beberapa kasus ISP gratis menunjukkan, user tidak mau diubah menjadi customer. Bukankah lebih baik dari awal sudah men-treat user sebagai customer?


Next